Ads Top

Renungan #1: Pemimpin Ideal?

Ingin Punya Pemimpin yang Ideal?

Malang. Jum'at ini saya mendengarkan khutbah yang luar biasa dari seorang mahasiswa Program Pendidikan 'Ulama Tarjih. Saya ulas sedikit program ini. Program ini merupakan program besar Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menyiapkan kader-kader 'ulama berkualitas melalui pendidikan ini.

Tema yang dibawakan terlihat biasa dan sudah banyak dibahas baik dibawakan para khotib atau penceramah-penceramah yang lain. Tema ini merupakan tema musim-musiman (booming). Bahkan sudah banyak teori yang dihasilkan. Tema besarnya adalah bagaimana cara memilih pemimpin menurut Islam.

Anda pun akan berfikir demikian, ah biasa. Terus fikiran Anda sedang menyebutkan ciri-ciri pemimpin ideal ketika membaca bagian ini, harus amanah, jujur, adil, fathonah dan masih banyak lagi. Mungkin Anda masih menyebukan yang lain. Saya pun begitu ketika mendengarkan khutbah ini.

Yang membuat terkejut, merasa beda dengan khutbah-khutbah atau ceramah-ceramah yang lain adalah kalimat"sudahkan para hadirin sekalian menjadi rakyat yang baik, jujur, adil, amanah sebagaimana para hadirin harapkan kepada calon pemimpin hadirin sekalian?" kalimat ini seolah-olah menjadi boomerang untuk saya. Seketika itu saya langsung mengucapkan dalam hati "BELUM".

Kami disuguhkan oleh khotib ayat Al-Qur'an:
وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi penguasa bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.” (Al An’aam: 129).

Ayat ini menegaskan bahwa sesuatu buruk akan berbuah yang buruk pula, begitupun sebaliknya. Begitu juga pemimpin yang baik, ideal merupakan buah dari kebiasaan dan sifat rakyatnya. Pemimpin yang baik merupakan reperentasi dari rakyat yang baik pula. Begitu juga sifat yang lain, seperti jujur, amanah, adil, berakhlak mulia, dan lain sebagainya.

Perhatikan perkataan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah
وتأمل حكمته تعالى في ان جعل ملوك العباد وأمراءهم وولاتهم من جنس اعمالهم بل كأن أعمالهم ظهرت في صور ولاتهم وملوكهم فإن ساتقاموا استقامت ملوكهم وإن عدلوا عدلت عليهم وإن جاروا جارت ملوكهم وولاتهم وإن ظهر فيهم المكر والخديعة فولاتهم كذلك وإن منعوا حقوق الله لديهم وبخلوا بها منعت ملوكهم وولاتهم ما لهم عندهم من الحق ونحلوا بها عليهم وإن اخذوا ممن يستضعفونه مالا يستحقونه في معاملتهم اخذت منهم الملوك مالا يستحقونه وضربت عليهم المكوس والوظائف وكلما يستخرجونه من الضعيف يستخرجه الملوك منهم بالقوة فعمالهم ظهرت في صور اعمالهم وليس في الحكمة الالهية ان يولى على الاشرار الفجار الا من يكون من جنسهم

Renungkanlah hikmah Allah Ta’ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka. Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat berbuat zholim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zholim. Jika tampak tindak penipuan di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka. Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya. Jika dalam muamalah rakyat mengambil sesuatu dari orang-orang lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang bukan haknya dari rakyatnya serta akan membebani mereka dengan tugas yang berat. Setiap yang rakyat ambil dari orang-orang lemah maka akan diambil pula oleh pemimpin mereka dari mereka dengan paksaan. Dengan demikian setiap amal perbuatan rakyat akan tercermin pada amalan penguasa mereka. Berdasarkah hikmah Allah, seorang pemimpin yang jahat dan keji hanyalah diangkat sebagaimana keadaan rakyatnya

Perlu diketahui, Allah SWT akan selalu ikut serta, andil dalam urusan hambanya yang sedang mencari sosok pemimpin. Tidak tidur untuk memberikan yang terbaik bagi para hambanya. Yang saya maksud adalah Allah tidak membiarkaan setiap manusia begitu saja ketika proses hati manusia dalam memilih pemimpin mereka.

Ingat, setiap kita adalah pemimpin, laki-laki maupun perempuan. Maka selayaknya seorang pemimpin mempunyai sifat-sifat yang disebutkan diatas. Apabila sudah mempunyai sifat-sifat itu maka ketika membutuhkan pemimpin akan melahirkan pemimpin yang diharapkan makhluk bumi dan langit. Khalifah, hendaknya menjadi beban besar kita dalam menjalani hidup ini.

Sudahkah menjadi rakyat yang baik?

Semoga menjadi bahan renungan, bila ada yang kurang atau ada opini dari para pembaca silahkan tulis pendapat Anda di kolom komentar.

No comments:

Powered by Blogger.