Ads Top

Seimbang Dunia - Akhirat?

Apakah kita harus Seimbang Dunia_akhirat?

Malang. Saya teringat dengan perbincangan di pagi hari bersama bapak saat itu. Sekitar 7 tahun yang lalu saat berjalan pulang ke rumah sehabis shalat Subuh di masjid dengan cuaca yang sejuk di pagi hari. Suara jangkirik pun masih terdengar jelas.

Percakapan ini timbul dikarenakan saya bertanya tentang keseimbangan dalam menjalani kehidupan ini, antara kehidupan dunia dan akhirat. Wajah bapak seolah tak sejutu dengan pertanyaan saya. Terlihat dari kata awal yang terucap dari mulut bapak.

“Tidak begitu Ceng! – panggilan akrab saya. Justru prinsip membuat hidup kita penuh dengan kerugian” Nada yang sedikit tinggi

“Al-Qur’an kan sudah menjelaskan Pak” Elakan saya dengan nada sedikit tinggi juga.

Hening seketika. Saya lihat wajah bapak sedang berfikir.

“Memang kita membutuhkan dunia untuk mencapai cita-cita akhirat, beribadah, bermuamalah, berdakwah, dan lain sebagainya. Tapi lihat keadaan sekarang ini, teknologi berkembang dengan pesatnya yang terus mempengaruhi (mengelabui) manusia. Sedikit demi sedikit manusia mulai melupakan tugasnya untuk beribadah. Seimbang-seimbangnya seseorang dalam menjalani hidup ini, kebanyakan lebih berat dunianya. Lihat sekitar Ceng!” jelas Bapak.

“Emmmm…” Entah kenapa mulut ini diam, habis argumenku.

Tidak terasa kami sudah berada di halaman Rumah. Si adex kecil mulai memanggil ku dengan histerisnya. Tapi pikiran ini masih merenung apa yang Bapak sampaikan tadi. Benar juga. Tapi saya masih ingin menggalinya. Suatu saat nanti bisa bersua kembali dengan topik ini.

Bersambung.

Saya ingin pendapat kalian, tulis di kolom komentar ya :)

No comments:

Powered by Blogger.